Tetap Bersyukur Apa Yang Di Kasih Tuhan , Membuktikan Bahwa…

Pro Rahsaia.com, Meskipun mentari masih setia untuk menyinari bumi , Masih saja yang lupa . Banyak orang yang hidup dalam luka di hati . Mereka mengatakan ”Hidup ini tidak Adil”. Disaat banyak diri yang menetaskan keringat untuk sesuap nasi , Ada sedikit diri yang menikmati dunia tanpa bersusah payah.

Begitu ramai orang memungut sisa makanan . Begitu mudah orang lain membuang makanan . Disaat yang disini bodoh karena tidak mampu untuk sekolah . Yang disana justru membodohi karena kepandaianya . Sewaktu ada diri yang terbujur di kasur perawatan . Yang lain bersorak girang di tepian pantai . Ada ini , ada itu . Ada disana , Juga ada disini . Apakah benar hidup ini sering kali tidak adil ?…

Ada tersimpan rasa perih mendera , Mengingat engkau disaat itu . Masih tentang cerita engkau dan dia yang tak pernah terukir indah .

orang yang bersukur

Itulah syair ungkapan patah hati dari pad . Ada rasa iri yang tiba – tiba menjadi dengki hingga melupakan kebencian . Tangisan hati dalam kelaparan tak mampu lagi terbendung saat melihat senyum dan canda tawa dalam kemewahan . Inikah perjalanan hidup yang mesti di lalui . Tiada hati yang suka tapi seperti sudah suratan takdir . Adakah yang mampu mengubah .

Senyuman manis dalam keterpaksaan , Inilah wajah dunia yang begitu keras terasa di hati . Jiwa – jiwa tergelepar di atas nikmat yang telah kering tak tersisa . Tiupan angin bagai temparan petir . Nikmat benar – benar tak tersisa , Buat apa hidup lagi .

Seperti makan yang tak pernah kenyang . Layaknya minum yang tak menjadikan haus itu hilang . Setiap diri termenung dan selalu menginginkan kebahagiaan sebagaimana diri orang lain berkata dan sempat berpikir ” Enaknya menjadi dia ”

 Begitulah , Hidup Menjadi Sempit Karena Melihat Luasnya Hidup Orang Lain”

Bila terus berlanjut , Tak urung kebahagian sejati beranjak pergi dari diri . Dan meneteskan air mata tak kunjung berhenti . Terlalu lama terpesona dengan keindahan orang lain , Justru meneggelamkan diri dalam kesedihan . Keluar dari kegelisahan adalah syarat , Bukan sekedar pilihan.

Segenap hati dan berani , Mengakui bahwa inilah hidup , Bagaimana pun kondisi saat ini . Tak ada yang sia – sia dalam setiap penciptaan .

TIDAK ADA MINDER DENGAN KEKURANGAN YANG ADA

TIDAK MENYESALI SESUATU YANG TELAH TIADA

TIDAK SAKIT HATI DENGAN SESUATU YANG TIDAK ADA.

JADI , TETAP SYUKURI APA YANG ADA .

Mengapa masih mengenang terlalu dalam atas kepergian , Mengapa masih mengeluh dengan nikmat yang tidak bisa di rengkuh . Syukuri apa yang ada , Adalah nikmat awal yang mengunggah . Saat satu jari teriris pisau . Masih ada jari yang sehat melebihi rasa sakit satu jari karenanya .

NIKMAT TUHAN MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN

Ada cerita yang lebih dari sekedar kisah , Ada kedalaman himah tertuang di dalamnya . I nyoman Rinteng Mengisahkan :

”Tanggal 12 november 1996 malam yang dingin itu , Sebuah peristiwa yang sampai sekarang ku ingat persis , Telah mengubah hidup ku . Waktu itu aku sedang dinas malam . Seperti biasa , Aku hendak pulan sebentar mengambil kopi buatan istriku . Kebetulan kantorku ada di polsek kubu tak begitu jauh dari asrama polisi tempat kami tinggal. Hanya sekitar 100 Meter . Aku mengendarai sepeda motorku dengan kecepatan sedang .

Di tengah jalan tak jauh dari rumah , Aku melihat sebuah drum . Di malam yang gelap itu , Aku tak dapat meliaht dengan jelas . Kejadianya begitu cepat . Aku tidak dapat menghindar . Tiba – tiba saja , Sepeda motorku menabrak drum itu . Akibatnya aku langsung jatuh terjerembab .

Setelah itu , Aku tak ingat apa – apa lagi . Ketika sadar Aku sudah ada di rumah sakit sanglah. Akibat luka – luka yang kualami . Selama 28 hari aku menjalani perawatan . Begitu di katakan sehat . Tak menunggu lama aku berdinas seperti biasa .  Semuanya tampak biasa dan tidak ada perubahan apapun dalam diriku . Sampau Kemudian , Setahun lewat 2 bulan . Aku mulai mengalami kesulitan untuk melihat . Aku tidak tahu , Apakah ini akibat kecelakaan . Yang pasti karena ketebatasan biaya , Aku tidak berobat ke dokter spesialis mata .

” DUNIAKU BEGITU GELAP”

Maulai januai 1997 , Aku sudah tidak bisa melihat lagi . Hidup dalam kegelapan jelas membuatku sedih . Namun , Berkat dukungan yang ku dapat bertahan . Apalagi , Para pimpinan masih menerimaku sebagai anggota polisi . Aku memang tak bisa melihat lagi . Namun aku masih memiliki fisik yang kuat . Pendengaranku pun masih bagus . Oleh karena itu , Kapolsek menugaskan aku menjadi operator telepon . Aku juga bersyukur memiliki rekan kerja yang sangat mengerti akan kekuranganku.

Mereka tak keberatan , Untuk menjemput dan mengantar aku . Pelan – pelan semangatku muncul lagi . Berkat dukungan mereka . Aku mampu bertahan ”

Betapa pengakuan yang teguh atas nikmat , Yang masih di percayakanya . Saat beliau bertutur : Aku memang tak bisa melihat lagi . Namun aku masih memiliki fisik yang kuat . Pendengaranku pun masih bagus . Masih tersisa nikmat yang mengubah jalan hidup menjadi lebih baik . Tidak ada penyesalan jika ada keyakinan di balik rahasia semua kejadian . Begitu lirih menghujam dalam hati yang berucap .

”INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN”

Saat kalimat tersebut terucap , Angin bertiup ringan membawa ketenangan . Ada keteguhan dalam kepasrahan . Semua berasal dan akan kembali kepadanya . Ini kunci pembuka pintu kebahagiaan . Tetap ridho pada kondisi diri pada adanya .

Keridhaan pada diri membuahkan bahagia atas begitu , Banyak nikmat yang masih tersisa . Semua rasa sykur akan kembali pada diri mereka yang bersyukur . Kenikmatanya tumbuh subur . La in sykartum ”La’azidanakum” Sederet nikmat silih berganti berdatangan menyelimuti hari . Turunya air hujan menghilangkan panas bumi . Tersimpan di dalam tanah dan menyuburkanya . Rumput menghijau , Air sungai mengalir menyegarkan penghuni tanah .

Kaget juga ketika ada kabar bahwa ikan mengalami kehausan di dalam air ! Masihkah ikan hasu saat berenang di air ?

Source : Jangan Mudah Menyerah Book By Dwi Suwiknyo

Baca Juga ( Perbedaan Pecundang Dan Pejuang Dalam Meraih Sebuah Kemenangan , Kamu Yang Mana ? )

Tetap Bersyukur Apa Yang Di Kasih Tuhan , Membuktikan Bahwa… | prorahasia | 4.5

One response to “Tetap Bersyukur Apa Yang Di Kasih Tuhan , Membuktikan Bahwa…”

  1. indra says:

    keren artikelnya kak,mudah-mudahan bisa jadi pembelajaran untuk menaikan traffic jualan saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *