Kamu Takkan Dihisab, Karena Banyak Melunasi Hutang Teman

 

Pro-rahasia.com, Salah satu keindahan ajaran Islam adalah menganjurkan umatnya berbagi kepada sesama manusia. Hal itu disebabkan karena di sekeliling kita masih ada orang yang ditimpa kesusahan. Ia berada dalam kesedihan dan kenestapaan. Sebagai saudara seiman yang sama-sama berada dalam perahu lslam,

kesedihannya merupakan kesedihan kita pula.Kepedulian yang ditunjukkan kepada sesama manusia merupakan sifat Rasulullah Saw. Dalam hal ini, ada banyak kisah tentang sifat beliau dan tidak terhitung jumlah orang yang dibantu olehnya. Meskipun Rasulullah Saw. juga dalam keadaan sulit, tetapi karena kemuliaan akhlaknya, beliau lebih mengutamakan umatnya ketimbang diri sendiri.

Perkara yang sering terjadi dalam urusan muamalah sesama manusia ialah utang piutang. Dalam lslam, persoalan utang tidak ada larangan, asalkan memenuhi syariat yang telah ditentukan. Meminjam uang kepada orang lain memang perkara yang mudah. Akan tetapi, melunasi utang tersebutAkhlak mulia yang dimiliki oleh Rasulullah Saw. membuktikan bahwa ia adalah sebaik-baiknya umat Islam. Sebab,Islam menjunjung tinggi akhlak mulia. Dalam kehidupan sosial, tidak ada satu pun akhlak yang luput dari ajaran agama, termasuk akhlak mulia yang memudahkan orang yang berutang karena mengalami kesulitan. Begitu pula ketika ia menagih utang tersebut.

hutang

tidak semudah ketika meminjamnya.Memberi utang kepada seseorang merupakan perbuatan yang mulia, apalagi tidak membebankan utang itu. Sungguh, terpujilah akhlak orang yang meringankan utang orang lain.Para ulama berpendapat bahwa hukum menangguhkan waktu pelunasan bagi orang yang sedang kesulitan adalah wajib. Islam mengajarkan para pengikutnya untuk bisa memudahkan dan tidak mempersulit orang-orang yang sedang

membutuhkan bantuan.Sikap utama seorang pemberi utang adalah memaafkan

orang yang berutang apabila ia belum mampu melunasi utang karena mengalami kesulitan. Bagi dirinya, sikap memaafkanmerupakan cara agar Allah swt. mengampuni dosa yang pernah diperbuat. Bahkan kelak, Allah swt. memerintahkan kepada malaikat untuk membebaskannya dari siksa kubur.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Ada salah seorang dari orang-orang terdahulu yang dihisab oleh Allah. Ternyata, tidak didapati darinya satu kebaikan sama sekali. Hanya saja, ia adalah seorang laki-laki yang suka memudahkan. Dia adalah seorang yang bergaul dengan manusia la selalu memerintahkan para pegawainya untuk membebaskan tanggungan utang orang-orang yang sedang dalam kesulitan. Maka ketika itu, Allah pun berfirman kepada para malaikat-Nya, Kami lebih pantas darinya (untuk melakukan hal yang semisal, bebaskan dia (dari tanggungan dosanya)!” (HR. Muslim).

Alangkah indah senyuman orang yang diringankan utangnya, sehingga beban itu hilang dari punggungnya.Alangkah indah ketika kesedihan saudara-saudara seiman telah sirna dan berganti keceriaan. Sungguh indah ajaran Islam. Hadits tersebut secara tegas menjelaskan hikmah dari keringanan dan pemaafan seseorang bagi orang yang kesulitan membayar utang kepadanya. Sebab, pemaafan tersebut menjadi bekal baginya untuk menuju surga Allah Swt.Sedangkan keringanan yang diberikan olehnya kepada orang yang berutang akan menggugurkan dosa dan azab kuburnya.

Rasulullah saw. bersabda:

“Barang siapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan membayar utang atau memutihkan utang orang tersebut, niscaya Allah akan menaunginya dalam naungan Arsy-Nya (pada hari kiamat).” (HR. Muslim).
Bahkan, berdasarkan hadits tersebut, Allah Swt. memasukkan orang yang memberi keringanan membayar utang, bagi orang yang berutang kepadanya,
ke dalam golongan orang yang mendapat naungan. Sebab, saat itu, matahari tinggal sejengkal dan semua manusia menjerit kepanasan. Tidak ada satu pun naungan selain naungan Arsy Allah. Mereka yang berada di bawahnya merupakan orang-orang yang spesial dan beruntung, salah satunya orang yang memberi keringanan dan memaafkan utang-utang orang lain.

Baca Juga (3 Orang Yang Paling Dicinta Allah, Nomor 3 Harus Kita Laksaknakan Sekarang)

Kamu Takkan Dihisab, Karena Banyak Melunasi Hutang Teman | prorahasia | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *